Sabtu, 02 Mei 2015

ASKEB ANC LETAK LINTANG



KATA PENGANTAR

      Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas Rahmat dan Hidayah-Nyalah sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas kelompok ini,
      Dalam menyelesaikan tugas kelompok  ini, penulis menyadari bahwa apa yang disajikan ini masih jauh dari kesempurnaan yang diharapkan, Oleh karena itu demi perbaikan tugas kelompok  ini penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun.
      Pada kesempatan ini pula perkenankan penulis menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada ibu ANDI MINARNI selaku dosen pembimbing yang telah dengan murah hati dan penuh kesabaran meluangkan waktunya, memberi petunjuk, saran, serta bimbingan yang tak henti-hentinya hingga tugas  ini terselesaikan dengan baik.




DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ........................................................................................... i
DAFTAR ISI........................................................................................................ ii
BAB I     PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang ........................................................................... 1
B.   Rumusan masalah..................................................................... 3
C.   Tujuan Penulisan....................................................................... 4
D.   Manfaat Penulisan..................................................................... 5
BAB Il TINJAUAN PUSTAKA.......................................................................... 8
A.   Tinjauan Umum Tentang Kehamilan...................................... 8
1.    Pengertian Kehamilan......................................................... 8
2.    Diagnosis Kehamilan ......................................................... 8
3.    Perubahan Fisiologis ........................................................ 11
4.    Perubahan Psikologi.......................................................... 16
B.   Tinjauan Umum Tentang Antenatal Care............................. 17
1.    Pengertian Antenatal Care................................................ 17
2.    Pelayanan Antenatal Care................................................ 18
3.    Tujuan Pengawasan Antenatal Care ............................. 18
4.    Kebijakan Program Antenatal .......................................... 19
5.    Jadwal Kunjungan Antenatal .......................................... 21
C.   Tinjauan Umum Tentang Kehamilan Letak Lintang........... 22
1.    Pengertian Letak Lintang................................................... 22
2.    Etiologi Letak Lintang......................................................... 22
3.    Faktor-faktor Terjadinya Letak Lintang ........................... 23
4.    Diagnosis Letak Lintang ................................................... 23
5.    Prognosis ...............................................................................
6.    Penanganan .........................................................................
BAB  III   STUDI KASUS...................................................................................
                A. Data Subjektif ( S )........................................................................
                B. Data Objektif ( O )..........................................................................
                C. Analisis ( A )...................................................................................
                D. Penatalajsanaan ( P )..................................................................
BAB  IV  PEMBAHASAN..................................................................................
A.    Data Subjektif
B.    Data Objektif ( O )..........................................................................
C.   Analisis ( A )....................................................................................
D.   Penatalajsanaan ( P )......................................................................
BAB  V   PENUTUP...........................................................................................
A.   Kesimpulan...................................................................................
B.   Saran.............................................................................................
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................










BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
      Kehamilan dengan letak lintang adalah suatu keadaan dimana janin melintang di dalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong berada pada sisi yang lain. Pada umumnya bokong berada sedikit lebih tinggi dan pada kepala janin sedangkan bahu berada pada pintu atas panggul. Hal ini termasuk salah satu masaiah kesehatan yang dapat mengakibatkan morbiditas dan mortalitas terhadap ibu dan janinnya (Wiknjosastro H. 2007)
      Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam pernyataan yang diterbitkan di laman resmi WHO tahun 2013 itu dijelaskan, untuk mencapai target MDGs penurunan angka kematian ibu antara 1990 dan 2015 seharusnya 5,5 persen pertahun, Data WHO, UNICEF, UNFPA dan Bank Dunia menunjukkan angka kematian ibu hingga saat ini masih kurang dari satu persen per tahun. menurut WHO, 81 % kematian diakibatkan kerena komplikasi selama kehamilan, persalinan, dan nifas. Bahkan sebagian besar dari kematian ibu disebabkan karena perdarahan, infeksi,dan preeklamsia.
      Jumlah angka kematian ibu di Indonesia masih tergolong tinggi diantara negara-negara ASEAN lainnya. Menurut Depkes tahun 2012  jika dibandingkan AKI Singapura adalah 6 per 100.000 kelahiran hidup, AKI Malaysia mencapai 160 per 100.000 kelahiran hidup. Bahkan AKI Vietnam sama seperti Negara Malaysia, sudah mencapai 160 per 100.000 kelahiran hidup, filipina 112 per 100.000 kelahiran hidup, brunei 33 per 100.000 per kelahiran hidup, sedangkan  di Indonesia 228 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebab langsung kematian maternal di Indonesia terkait kehamilan dan persalinan terutama yaitu perdarahan 28 persen. Sebab lain, yaitu eklampsi 24 persen, infeksi 11 persen, partus lama 5 persen, dan abortus 5 persen.
      Upaya untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI) dari tahun sebelumnya diperkirakan nampaknya bakal meniti jalan terjal santer diberitakan di sejumlah media mengenai polemik AKI. Betapa tidak, hasil SDKI terbaru (selanjutnya disebut SDKI-2012) menyebutkan, sepanjang periode 2007-2012 kasus kematian ibu melonjak cukup tajam. Diketahui, pada 2012, AKI mencapai 359 per 100 ribu penduduk atau meningkat sekitar 57 persen bila dibandingkan dengan kondisi pada 2007, yang hanya sebesar 228 per 100 ribu penduduk. Selain itu, ihwal pencapaian target Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs), hal ini tentu merupakan sinyalemen buruk. Upaya pemerintah untuk menurunkan AKI hingga menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup pada 2015 sesuai target MDGs. (kesehatan.kompasiana, diakses 20 April 2014)
      Berdasarkan profil Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan jumlah kematian ibu tahun 2012 sebanyak 121 orang dengan penyebab terbanyak yaitu 63 orang ( 52,7 %), Hipertensi dalam kehamilan 28 orang ( 23,14 % ), Infeksi 1 orang ( 0,83 ), Abortus 1 orang ( 0,83 % ), Partus lama 1 orang ( 0,83 ), dan penyebab lain 26 orang ( 21,48 % ). ( Profil Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan ).
      Data yang diperoleh dan Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo pada tahun 2011 sampai 2013 angka kematian ibu (AKI) berkisar 6 orang atau 94/100.000 kelahiran hidup dan penyebab kernatian perdarahan Post Partum dan perdarahan. (Profil Dinas Kesehatan kabupaten Wajo)
      Data yang diperoleh dari Puskesmas Salewangeng kabupaten Wajo pada tahun 2013 jumlah kasus dengan letak lintang sebanyak 5 orang
      Berdasarkan data di atas, penulis melihat adannya hal yang penting dicermati. Dalam hal ni, resiko letak lintang penanganannya pada saat hamil dengan antenatal secara teratur dapat terdeteksi Iebih dini. Olehnya itu, penulis akan membahas secara spesifik mengenai Manajemen kebidanan Antenatal Ny.”M” Gestasi 26 - 28 minggu dengan Letak Lintang di Puskesmas Salewangeng Kabupaten Wajo Tanggal 22 oktober 2014.
B.     Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
1. apa yang di maksud dengan letak lintang ?
2. menjelasekan penyebab letak lintang ?
3. sebutkan faktor – faktor yang mempengaruhi letak lintang ?
4. bagaimana cara penanganan letak lintang?
C.    Tujuan Penulisan
Tujuan Umum
    Dapat menjelaskan  Antenatal dengan Letak Lintang di Puskesmas salewangeng Kabupaten Wajo Tanggal 22 oktober 2014.
Tujuan Khusus
1. dapat menetahui tentang letak lintang.
2. dapat mengetahui penyebab letak lintang.
3. dapat mendetahui factor – factor yang mempengaruhi letak lintang.
4. dapat mengetahui penanganan letak lintang.
D.    Manfaat Penulisan
1.      Manfaat Program
      Sebagai bahan informasi untuk pengelola Puskesmas salewangeng Kabupaten Wajo dalam meningkatkan program pembangunan kesehatan khususnya di bagian kesehatan Ibu dan Anak.
2.      Manfaat Akademik
      Sebagai bahan masukan/ acuan bagi jurusan Akademi Kebidanan khususnya program yang terkait dalam melaksanakan asuhan kebidanan dengan kehamilan letak lintang.
3.      Manfaat Institusi
a.       Menjadi bahan bacaan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi mahasiswa yang lain.
b.      Menjadi bahan informasi bagi institusi dalam menyelenggarakan proses belajar mengajar.
4.      Manfat Penulis
   Merupakan pengalaman yang bermanfaat bagi penulis untuk menambah dan memperluas wawasan.




BAB II
TINJAUAN TEORI

A.    Tinjauan Umum Tentang Kehamilan
1.      Pengertian kehamilan
a.       Kehamilan adalah suatu proses yang dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir. (Saifuddin A.B, 2007 : 89).
b.      Kehamilan adalah suatu proses yang dimulai dari ovulasi sampai persalinan aterm, sekitar 280 hari. (Manuaba I.B.G, 2005 : 125).
c.       Kehamilan adalah sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatosoa dan ovum dan di lanjutkan dengan nidasi atau implantasi.Bila di hitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi,kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan lunar atau 9 bulan menurut kalender internasional. (George Adriaannsz Dn T. M Hanifah, 2008 : 18)
2.      Diagnosis Kehamilan
a.       Tanda- tanda presumtif ( tidak pasti )
1)      Amenore ( tidak dapat haid)
      Untuk menentukan usia kehamilan dan perkiraan persalinan yang akan terjadi yang dihitung dengan menggunakan rumus neagles
2)      Mual dan muntah ( nausea and vomiting)
      Biasanya terjadi pada bulan – bulan pertama kehamilan hingga akhir triwulan pertama.
3)      Ngidam ( ingin makan khusus).
      Mengidam sering terjadi pada bulan – bulan pertama akan tetapi akan menghilang dengan makin tuanya kehamilan
4)      Tidak tahan suatu bau – bauan
5)      Pingsan.
      Sering dijumpai  bila berada pada tempat – tempat ramai dianjurkan untuk tidak pergi ketempat ramai pada bulan – bulan pertama kehamilan.
6)      Tidak ada selera makan ( Anoreksia)
     Hanya berlangsung pada triwulan pertama kehamilan, kemudian nafsu makan timbul lagi.
7)      Lelah ( fatigue ).
8)      Payudara membesar, tegang dan sedikit nyeri, disebabkan pengaruh estrogen dan progesterone yang merangsang duktus dan alveoli payudara.
9)      Sering buang air kecil (BAK) karena kandung kemih tertekan oleh rahim yang membesar, gejala ini akan hilang pada triwulan kedua kehamilan. Pada akhir kehamilan gejala ini akan kembali oleh karena kandung kemih tertekan oleh kepala janin.
10)  Konstipasi / Obstipasi oleh karena penurunan perstitaltik usus oleh pengaruh hormone steroid.
11)  Pigmentasi kulit oleh pengaruh hormone kortikosteroid plasenta dijumpai pada muka, aerola payudara, leher dan dinding perut.
12)  Varices, sering dijumpai pada kehamilan triwulan terakhir.
b.      Tanda mungkin hamil
1)      Uterus membesar
2)      Pemeriksaan dalam
a)      Tanda hegar (melunaknya alat reproduksi)
b)      Tanda chadwiks (vulva dan vagina kebiruan)
c)      Tanda piskacek (pembesaran uterus)
d)     Kontraksi brakston his (uterus teraba keras)
e)      Teraba ballottement (uterus teraba bulat)
c.       Tanda pasti kehamilan (tanda positif) yaitu:
1)      Gerakan janin yang  dapat dilihat atau dirasa atau diraba, juga bagian- bagian janin
2)      Denyut jantung janin
a)      Didengar dengan stetoskop- monoral Laennec
b)      Dicatat dan didengar dengan alat Doppler
c)      Dicatat dengan feto- elektro kardiogram
d)     Dilihat pada ultrasonografi
3)      Terlihat tulang – tulang janin dalam foto- rontgen.
3.      Perubahan Fisiologi Yang Terjadi Dalam Kehamilan
a.       Uterus
      Uterus yang semula beratnya 30 gram akan membesar sehingga menjadi seberat 1000 gram dibawah pangaruh estrogen dan progesteron. Otot rahim mengalami hiperplasia dan hipertropi menjadi lebih besar, lunak dan dapat mengikuti pembesaran rahim karena pertumbuhan janin.
b.      Vagina
      Vagina dan vulva mengalami peningkatan pembuluh darah karena pengaruh hormon estrogen sehingga tampak makin merah dan kebiru-biruan (tanda chadwick).
c.       Ovarium
     Dengan terjadinya kehamilan, indung telur yang mengandung corpus luteum gravidarum akan meneruskan fungsinya sampai terbentuknya plasenta pada umur kehamilan 16 minggu.Korpus luteum ini mengeluarkan hormon estrogen dan progesteron yang fungsinya akan diambil alih oleh plasenta.
d.      Payudara
     Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan untuk persiapan laktasi. Perkembangannya dipengaruhi oleh hormon estrogen, progesteron dan somatomammotropin. Estrogen menyebabkan hipertrofi sistem saluran payudara. Progesteron mempersiapkan dan menambah jumlah sel asinus. Sedangkan somatomam- motropin berfungsi mempengaruhi sel asinus untuk membuat kasein, laktabumin dan laktoglobulin serta merangsang pengeluaran kolostrum.     
e.       Sirkulasi darah
1)      Volume Darah
      Volume darah total dan volume plasma darah naik pesat sejak akhir trimester pertama. Volume darah akan bertambah banyak kira-kira 25% dan pucaknya pada kehamilan 32 minggu, diikuti curah jantung (cardiac output) yang meningkat sebanyak + 30% (Wiknjosastro H, 2007 : 96).
2)      Protein darah
      Protein darah dalam serum berubah. Jumlah protein, albumin dan gamaglobulin menurun dalam triwulan pertama dan akan meningkat secara bertahap pada akhir kehamilan. Beta globulin dan fibrinogen terus meningkat. (Mochtar R, 2005 : 37).
3)      Hemoglobin
      Hemoglobin cenderung menurun oleh karena kenaikan relatif volume plasma darah. Jumlah eritrosit cenderung meningkat untuk kebutuhan transport oksigen (O2) yang sangat diperlukan selama kehamilan. Leukosit meningkat sampai 10.000 /ml (Mochtar R, 2005 : 37).
4)      Nadi dan tekanan darah
      Tekanan darah arteri cenderung menurun terutama selama trimester II dan kemudian akan naik lagi seperti pada keadaan pra-hamil. Tekanan vena dalam batas-batas normal pada ekstermitas atas dan bawah, cenderung naik setelah akhir trimester pertama. Nadi biasanya naik, nilai rata-ratanya 84 kali permenit (Mochtar R, 2005 : 38).
5)      Jantung
      Pompa jantung mulai naik kira-kira 30% setelah kehamilan 3 bulan dan menurun lagi pada minggu-minggu terakhir kehamilan (Mochtar R, 2005 : 38).
f.       Sistem respirasi
      Pada kehamilan terjadi juga perubahan sistem respirasi untuk dapat memenuhi kebutuhan O2 disamping itu terjadi desakan diafragma karena dorongan rahim yang membesar pada umur kehamilan 32 minggu ke atas sehingga tidak jarang menimbulkan rasa sesak.
g.      Sistem pencernaan
     Karena pengaruh estrogen, pengeluaran asam lambung meningkat sehingga menyebabkan hipersalivasi, morning sickness, muntah dan lambung terasa panas. Hormon progesteron menyebabkan gerakan usus makin berkurang dan dapat menyebabkan obstipasi.
     Pada bulan-bulan pertama kehamilan terhadap perasaan enek (mual), akibat kadar hormon estrogen yang meningkat. Tonus-tonus traktus digestivus menurun, sehingga motilitas seluruh traktus digestivus juga berkurang. Makanan lebih lama berada di dalam lambung dan apa yang telah dicernakan lebih lama berada dalam usus-usus. Gejala muntah (emesis), biasanya terjadi pada pagi hari yang biasa dikenal dengan morning sickness (Wiknjosastro H, 2007 : 97).
h.      Sistem perkemihan
      Pada bulan pertama kehamilan kandung kencing tertekan oleh uterus yang membesar sehingga timbul sering kencing. Keadaan ini hilang dengan makin tuanya kehamilan bila uterus gravidus keluar dari rongga panggul. Pada akhir kehamilan bila kepala janin mulai turun ke bawah pintu atas panggul keluhan sering kencing akan timbul lagi karena kandung kencing mulai tertekan kembali.
i.        Kulit
      Pada kulit terjadi perubahan deposit pigmen dan hiperpigmentasi alat-alat tertentu. Pigmentasi ini disebabkan karena pengaruh Melanophore Stimulating Hormone (MSH) yang meningkat. Hiperpigmetansi bisa terjadi pada striae gravidarum, areola mammae linea nigra, dan pipi (cloasma gravidarum).
j.        Metabolisme dalam kehamilan
      Kehamilan mempunyai efek pada metabolisme, oleh karena itu wanita hamil perlu mendapat makanan yang bergizi dan dalam kondisi sehat.
1)      Metabolisme basal naik sebesar 15%-20% dari semula, terutama pada trimester ketiga.
2)      Keseimbangan asam basa mengalami penurunan dari 155 MEq /l menjadi 145 Meq /l disebabkan hemodilusi darah dan kebutuhan mineral yang diperlukan oleh janin.
3)      Kebutuhan protein wanita hamil makin meningkat untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, perkembangan organ kehamilan dan juga untuk persiapan laktasi.
4)      Kebutuhan kalori di dapat dari karbohidrat, lemak dan protein.
5)      Kebutuhan zat mineral untuk ibu hamil :
a)      Kalsium : 1,5 gr /hr, 30-40 gr untuk pertumbuhan tulang janin.
b)      Fosfor rata-rata 2 gr sehari.
c)      Zat besi 800 mg atau 30-50 mg sehari.
d)     Air, ibu hamil memerlukan air cukup banyak.
6)      Berat badan ibu hamil akan bertambah dari 6,5-16,5 kg selama hamil (½ kg /minggu). Pertumbuhan berat badan ini dapat dirinci sebagai berikut : janin 3-3,5 kg, plasenta 0,5 kg, air ketuban 1 kg, rahim 1 kg, lemak 1,5 kg, protein 2 kg dan rekresi air garam 1,5 kg (Manuaba I.B.G, 2005 : 110).
4.      Perubahan Psikologi Wanita Hamil
      Beberapa perubahan psikologi pada wanita hamil yang sering terjadi selama masa kehamilan :
a.       Perubahan Pada Trimester Pertama.
     Ketika wanita pertama kali mengetahui dirinya mungkin hamil ia merasa syok dan menyangkal walaupun  kehamilan tersebut direncanakan. Periode awal ketidakyakinan adalah hal umum yang terjadi dan sebagaian besar wanita mengalami kegembiraan tertentu karena mereka berencana membentuk hidup baru. Setiap wanita membayangkan tentang kehamilan dalam pikiran-pikirannya sendiri, selain itu pengalaman hidup dan kebudayaan akan mempengaruhi kondisi psikologinya.
b.      Perubahan Pada Trimester Kedua.
     Trimester kedua biasanya lebih menyenangkan.Tubuh wanita telah terbiasa dengan tingkat hormon yang tinggi. Ibu dapat menerima kehamilannya dan menggunakan pikiran serta energinya lebih konstruktif. Janin masih tetap kecil dan belum menyebabkan ketidaknyamanan. Pada trimester ini ibu merasakan gerakan janinnya pertama kali, pengalaman tersebut menandakan pertumbuhan serta kehadiran makhluk baru dan hal ini sering menyebabkan calon ibu memiliki dorongan psikologi yang besar.
c.       Perubahan Pada Trimester Ketiga.
      Trimester ketiga ditandai dengan klimaks kegembiraan emosi karena kelahiran bayi. Sekitar bulan ke-8 mungkin terdapat periode tidak semangat dan depresi, ketika janin membesar dan ketidaknyamanan bertambah. Sekitar dua minggu sebelum melahirkan sebagian wanita hamil mulai mengalami perasaan senang. Reaksi calon ibu terhadap persalinan ini secara umum tergantung pada persiapan dan persepsinya. Terhadap kejadian ini, diharapkan suami dapat  memberi rasa aman dan mendukung istri dalam melakukan berbagai kegiatan. Dengan cara ini akan muncul rasa percaya diri sehingga sang istri akan memiliki mental yang kuat untuk menghadapi persalinannya. Selain suami, dukungan keluarga juga sangat berarti. (Hamilton Persis Mary, 2005, hal.63).
B.  Tinjauan Umum Tentang Antenatal Care
1.      Pengertian Antenatal Care
a.    Antenatal care adalah perawatan sebelum persalinan ditujukan pada pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim. (Manuaba I.B.G, 2005 :129).
b.    Antenatal Care adalah pengawasan sebelum anak lahir terutama ditujukan pada anak. (Mochtar R, 2005 : 49).
2.      Pelayanan Antenatal Care
       Pelayanan antenatal merupakan pelayanan kesehatan oleh tenaga profesional  (dokter spesialis kebidanan, dokter umum, bidan pembantu dan perawat bidan) untuk ibu selama kehamilannya sesuai dengan standar minimal pelayanan antenatal care yang meliputi 14T yaitu timbang berat badan, ukur tekanan darah, ukur tinggi badan, ukur tinggi fundus uteri, pemberian imunisasi tetanus toxoid, pemberian tablet besi minimal 90 derajat selama kehamilan, pemeriksaan Hb, pemeriksaan VDRL, Perawatan payudara, senam payudara dan pijat tekan payudara, Pemeliharaan tingkat kebugaran / senam ibu hamil, temu wicara dalam rangka persiapan rujukan, Pemeriksaan protein urine atas indikasi, Pemeriksaan reduksi urine atas indikasi, Pemberian terapi kapsul yodium untuk daerah endemis gondok, Pemberian terapi anti malaria untuk daerah endemis malaria. (Sulistyawati, Ari, 2009 : 45).
3.      Tujuan Pengawasan Antenatal
a.       Tujuan umum
      Menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu selama dalam kehamilan sehingga didapatkan ibu dan janin yang sehat. (Mochtar R, 2005 : 47).
b.      Tujuan khusus
1)      Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin.
2)      Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibu dan janin.
3)      Mengenal secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan.
4)      Mempersiapkan persalinan cukup bulan melahirkan dengan selamat ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin.
5)      Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif.
6)      Mempersiapkan ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal. (Saifuddin A.B,2007 : 90)
4.      Kebijakan Program dan Teknis Asuhan Antenatal
a.       Kebijakan Program Kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan paling sedikit empat kali selama kehamilan yaitu:
1)      Satu kali pada triwulan pertama.
2)      Satu kali pada triwulan kedua.
3)      Dua kali pada triwulan ketiga.
b.      Pelayanan/asuhan standar minimal termasuk “14 T”
1)      Timbang berat badan.
2)      Ukur tekanan darah.
3)      Ukur tinggi fundus uteri.
4)      Pemberian imunisasi (tetanus toksoid) TT lengkap.
5)      Pemberian tablet zat besi, minimal 90 tablet selama kehamilan.
6)      Pemeriksaan Hb
7)      Pemeriksaan VDRL
8)      Perawatan payudara, senam payudara, pijat dan tekan payudaran
9)      Pemeliharaan tingkat kebugaran/ senam ibu hamil
10)  Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan
11)  Pemeriksaan protein urine atas indikasi
12)  Pemeriksaan reduksi urine atas indikasi
13)  Pemberian terapi kapsul yodium untuk daerah endemis gondok
14)  Pemberian terapi anti malaria untuk daerah endemis malaria. (Sulistyawati, Ari, 2009 : 45)
c.    Kebijakan Teknis
      Setiap kehamilan dapat berkembang menjadi masalah atau komplikasi setiap saat. Itu sebabnya mengapa ibu hamil memerlukan pemantauan selama kehamilannya.
      Penatalaksanaan ibu hamil secara keseluruhan meliputi komponen-komponen sebagai berikut :
1)      Mengupayakan kehamilan sehat.
2)      Melakukan deteksi dini komplikasi, melakukan penatalaksanaan awal serta rujukan bila diperlukan.
3)      Persiapan persalinan yang bersih dan aman.
4)      Perencanaan antisipasi dan persiapan dini untuk melakukan rujukan jika terjadi komplikasi. (Saifuddin A.B, 2007 : 90).
5.      Jadwal Kunjungan Antenatal
a.       Kunjungan Antenatal Care untuk pemantauan dan pengawasan kesejahteraan ibu dan anak minimal empat kali selama kehamilan dalam waktu sebagai berikut :
1)      Trimester I              : 1 kali
2)      Trimester II             : 1 kali
3)      Trimester III           : 2 kali,
                        (Profil Departemen Kesehatan)
b.      Jadwal pemeriksaan Antenatal Care adalah :
1)      pemeriksaan pertama kali yang ideal adalah sedini mungkin ketika haidnya terlambat satu bulan.
2)      Periksa ulang satu kali sebulan sampai kehamilan
c.       Trimester ketiga (antara minggu ke-28 – 36).
1)      Sama pada trimester pertama dan kedua.
2)      Palpasi abdominal untuk mengetahui  adatujuh bulan.
3)      Periksa ulang dua kali sebulan sampai kehamilan sembilan bulan.
4)      Periksa ulang setiap minggu sesudah kehamilan sembilan bulan.
5)      Periksa khusus apabila ada keluhan-keluhan.
      Pengawasan Antenatal sangat penting dalam upaya menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu maupun perinatal. Pengawasan antenatal memberikan manfaat dengan ditemukannya berbagai kelainan yang menyertai hamil secara dini sehingga dapat diperhitungkan dan dipersiapkan langkah-langkah dalam pertolongan persalinan dan nifas. (Manuaba I.B.G, 2005 : 128).
C.      Tinjauan Umum Tentang Kehamilan Letak Lintang
1.      Pengertian kehamilan letak lintang
a.       Letak lintang adalah janin yang letaknya memanjang       (membujur) secara tegak lurus atau mendekati 90 derajat.  (Mochtar R, 2005 : 82).
b.      Letak lintang adalah suatu keadaan dimana janin melintang di dalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong berada pada sisi yang lain. (Wiknjosastro H. 2007)
2.      Etiologi letak lintang
      Sebab terpenting terjadinya letak lintang adalah multiparitas disertai dinding uterus dan perut yang lembek. Pada kehamilan prematur, hidramnion dan kehamilan kembar. Janin sering dijumpai dalam letak lintang. Keadaan-keadaan lain yang dapat menghalangi turunnya kepala ke dalam rongga panggul seperti misalnya panggul sempit, tumor di daerah panggul dan plasenta  previa dapat pula mengakibatkan terjadinya letak lintang tersebut. Demikian pula kelainan bentuk rahim, seperti misalnya uterus   arkuatus atau uterus subsertus juga merupakan penyebab terjadinya letak lintang (Wiknjosastro H. 2007).
3.      Faktor-faktor terjadinya letak lintang
a.    Fiksasi kepala tidak ada, karena panggul sempit, hidrosefalus, ansefalus, plasenta previa, dan tumor-tumor pelvik.
b.    Janin sudah bergerak pada hidromnion, multi paritas, anak kecil, atau sudah mati
c.    Gemeli atau kehamilan ganda
d.    Kelainan uterus, seperti arkuatus, bikornus, atau sentum.
e.    Lumbar scoliosis
f.     Monster
g.    Pelvic kidney dan kandung kemih serta rectum yang penuh. (Mochtar R. 2005)
4.      Diagnosis letak lintang
      Adanya letak lintang sering sudah dapat diduga hanya dengan inspeksi. Uterus tampak lebih melebar dan fundus uteri lebih      rendah tidak sesuai dengan umur kehamilannya. Pada palpasi   fundus uteri kosong, kepala janin berada di samping dan di atas simfisis juga kosong, kecuali bila bahu sudah turur ke dalam panggul. Denyut jantung janin ditemukan di sekitar umbilikus.
      Apabila bahu sudah masuk ke dalam panggul. Pada pemeriksaan dalam dapat diraba bahu dan tulang-tulang iga. Bila ketiak dapat diraba, arah menutupnya menunjukkan letak dimana kepala janin berada. Kalau ketiak menutup ke kiri, kepala berada di sebelah kiri. Sebaliknya kalau ketiak menutup ke kanan, kepala berada di sebelah kanan. Punggung dapat ditentukan dengan terabanya scapula dan ruas tulang belakang, sedangkan dada dengan terabanya kiovikula, kadang-kadang dapat pula diraba tali pusat yang menumbung. (Wikjosastro H. 2007).
5.      Prognosis
      Meskipun letak lintang dapat diubah menjadi presentasi kepala, tetapi kelainan-kelainan yang menyebabkan letak lintang, seperti misalnya panggul sempit, tumor panggul dan plasenta previa masih tetap dapat menimbulkan kesulitan pada persalinan. Persalinan     letak lintang memberikan prognosis yang jelek, baik terhadap ibu maupun janinnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian janin pada letak lintang disamping kemungkinan terjadinya letak lintang kasep dan ruptura uteri. Juga sering akibat adanya tali pusat menumbung serta trauma akibat versi ekstraksi untuk melahirkan janin.
      Versi ekstraksi ini dahulu merupakan tindakan yang sering dilakukan. Tetapi pada saat ini sudah jarang dilakukan, karena besarnya trauma baik terhadap janin maupun ibu, seperti misalnya terjadinya rupture uteri dan robekan jalan lahir lainnya. Angka Kematian ibu berkisar 0 – 2%  (Rumah Sakit Hasan Sadikin   Bandung, 1966), sedangkan angka kematian janin di Rumah Sakit Umum Pusat Provinsi Medan 23,3%. Meningkatnya frekuensi      seksio sesarea pada letak lintang. Pada tahun 1951 – 1956 Wilson melaporkan angka kematian janin sangat meriurun menjadi 5,6%. (Wikjosastro H. 2007)


6.      Penanganan
      Apabila pada pemeriksaan antenatal ditemukan letak lntang. sebaiknya diusahakan mengubah menjadi presentasi kepala dengan versi luar. Sebelum melakukan versi luar harus dilakukan pemeriksaan teliti ada tidaknya panggul sempit, tumor dalam panggul, atau plasenta previa. Sebab dapat membahayakan janin dan meskipun versi luar berhasil, janin mungkin akan memutar kembali. Untuk mencegah janin memutar kembali ibu dianjurkan menggunakan korset, dan dilakukan perneriksaan antenatal ulangan untuk menilai letak janin. Ibu diharuskan masuk rumah sakit lebih dini pada permulaan persalinan, sehingga bila terjadi perubahan letak, segera dapat ditentukan diagnosis dan penanganannya.












BAB III
PENGEMBAGAN KASUS

LAPORAN PENGKAJIAN ANTENATAL PADA NY.”M”
GESTASI 26-28 MINGGU DENGAN LETAK LINTANG
DI PUSKESMAS SALEWANGENG KABUPATEN WAJO
TANGGAL 22 OKTOBER 2014
No. Reg                          :  XXXXXXXX
Tanggal Kunjungan        :  22 OKTOBER 2014, Jam 09.00 wita
Tanggal Pengkajian        :  22 OKTOBER 2014, Jam 09.10 wita
A.    Identitas Isteri / Suami
Nama                        :    Ny. “M”               / Tn “F”
Umur                        :    24 Tahun             / 28Tahun
Nikah/ Lamanya       :    1 kali                    / ± 2 tahun
Suku                         :    Bugis                   / Bugis
Agama                      :    Islam                    / Islam
Pendidikan               :    SMP                     / SMA
Pekerjaan                  :    IRT                      / Wiraswasta
Alamat                     :    Jl. Lembu
B.     Data Subjektif (S)
1.      GI P0 A0
2.      Umur kehamilan + 7 bulan
3.      HPHT tanggal 9 april 2014
4.      Ibu merasa janinnya dirasakan kuat pada satu tempat yaitu    disebelah kiri.
5.      Ibu khawatir dengan kehamilannya
6.      Ibu tidak merasa nyeri perut jika janinnya bergerak
7.      Ibu bertanya - tanya tentang kondisi janinnya
C.    Data Objektif (O)
1.      Kesadaran composmentis
2.      Ekspresi ibu tampak cemas
3.      Wajah ibu tidak ada oedema
4.      Sclera putih, konjungtiva merah muda
5.      Tapsiran persalinan tanggal 16 januari 2015
6.      TTV
a.       Tekanandarah         :   110/80 mmhg
b.      Nadi                        :   88 x/m
c.       Pernafasan              :   20 x/m
d.      Suhu                        :   36,50C
7.      Palpasi Leopold
a.       Leopold I : 2 jari atas pusat
b.      Leopold II : Lintang
c.       Pembesaran perut sesuai umur kehamilan
8.      Pada saat auskultasi DJJ terdengar jelas, kuat dan teratur pada kuadran bawah pusat dengan frekuensi 134 x/m
9.      Pemeriksaan penunjang
§  Hb : 11 % gr
§  Golongan darah : B
D.    Analisis (A)
Diagnosa : GI P0 A0, Gestasi 26 - 28 Minggu , situs melintang, tunggal, hidup, keadaan janin baik. Keadaan ibu baik dengan kecemasan.
E.     Penatalaksanaan (P)
Tanggal 22 oktober 2014, Jam 10.00 Wita
1.      Menjelaskan prosedur yang akan di lakukan kepada ibu.Ibu mengerti dan memperhatikan
2.      Mengobservasi keadaan umum, TTV, dan gejala-gejala komplikasi dini. Keadaan umum baik, dengan TTV :
a.       Tekanan darah               : 110/70 mmHg
b.      Nadi                               : 80 x /i.
c.       Suhu badan                    : 36,80C
d.      Pernapasan                     : 20 x /menit.
3.      Memberitahu hasil pemeriksaan kepada ibu. ibu mengerti dan berusaha menerima hasilnya
4.      Menganjurkan ibu untuk mengambil posisi nungging. Ibu mengerti dan mau melakukannya
5.      Memberikan He (Health Education)  tentang :
a.   Gizi pada ibu hamil
1)  Kebutuhan kalori selama kehamilan meningkat sebesar 300 kalori per hari yang diperoleh dari , buah segar, beras merah, sayur-sayuran dan kentang.
2)  Kebutuhan protein sebesar 60 gr per hari. Protein dapat diperoleh  dari  tahu,  tempe,  daging, ikan, susu dan telur.
3)  Kebutuhan kalsium sebesar 900 mg perhari. Sumber kalsium yaitu susu, tahu, brokoli.
4)  Zat besi diperlukan sebesar 56 mg perhari. Sumber zat besi yaitu bayam, daging segar, hati, ikan, telur dan kedelai.
5)  Kebutuhan asam folat (vitamin B) disarankan 300 mg per hari. Sumber asam folat yaitu orange juice, bayam, brokoli., stroberi juga roti.
6)  Vitamin C diperlukan sebanyak 75 mg perhari yang dapat diperoleh dari buah apel dan jeruk manis.
      Ibu bersedia untuk selalu mengkomsumsi makanan  yang mengandung vitamin
b.   Hygiene dalam kehamilan
Menganjurkan ibu untuk mandi 2 kali sehari dan mengganti pakaian setiap selesai mandi. Ibu bersedia untuk menjaga personal hygienenya
c.   Istirahat
Menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup yaitu tidur siang 1-2 jam dan 6-8 jam pada malam hari. Ibu mengerti dan bersedia untuk selalu beristirahat
6.      Mendiskusikan tanda-tanda bahaya kehamilan
1.      Perdarahan pervaginam
2.      Sakit kepala yang hebat
3.      Pengelihatan kabur
4.      Bengkak di wajah dan tungkai
5.      Keluar cairan pervaginam
6.      Gerakan janin tidak terasa
7.      Nyeri perut yang hebat
Ibu mengerti tentang tanda bahaya yang dijelaskan
7.      Menganjurkan ibu untuk melahirkan di Rumah Sakit yang mempunyai fasilitas yang lengkap Ibu bersedia untuk melahirkan dirumah sakit yang fasilitasnya lebih lengkap
8.      Melakukan kolaborasi dengan dokter untuk USG Ibu bersedia untuk dilakukan USG










BAB IV
PEMBAHASAN

      Pada bab ini penulis akan membahas tentang kesenjangan yang terjadi antara tinjauan pustaka dengan tinjauan kasus. Dalam penerapan Manajemen kebidanan Antenatal Ny.”M” Gestasi 26 - 28 Minggu dengan Letak Lintang di Puskesmas salewangeng Kabupaten Wajo Tanggal 22 oktober 2014.
A.      SUBJEKTIF (S)
     Data tersebut diperoleh dari berbagai sumber yaitu klien dan keluarga dan catatan perawatan serta hasil laboratorium tanpa menemukan suatu hambatan berarti. Hal ini disebabkan karena respon dan kooperatif ibu dalam memberikan informasi begitu pula dengan keluarga, bidan dan dokter yang merawat sehingga penulis dengan mudah memperoleh data yang diinginkan. Data diperoleh secara berfokus pada masalah klien. Hal ini akan menunjukkan tidak ada kesenjangan antara teori dan penerapan.
B.       OBJEKTIF (O)
     Dalam hal ini, data diperoleh dari berbagai  hasil pemeriksaan yang disesuaikan dengan kebutuhan klien  dan berdasarkan prosedur dan kode etik yang berlaku. Dibandingkan antara tinjauan pustaka dan manajemen kebidanan tidak ditemukan kesenjangan.
C.      ANALISIS (A)
     Penjelasan tinjauan pustaka dan manajemen kebidanan dibandingkan dengan hasil yang telah didapatkan pada lahan praktik secara garis besar nampak ada kesamaan catatan membuat diagnosa Adapun diagnosa atau masalah aktual yang diidentifikasi yaitu : GI P0 A0, Gestasi 26 - 28 Minggu , situs melintang, tunggal, hidup, keadaan janin baik. Keadaan ibu baik dengan kecemasan.
D. PENATALAKSANAAN (P)
     Sesuai tinjauan manajemen kebidanan bahwa melaksanakan rencana tindakan harus efisien dan menjamin rasa aman bagi klien, implementasi dapat dikerjakan secara keseluruhan oleh bidan ataupun sebagian dilaksanakan ibu serta bekerjasama dengan tim kesehatan lainnya sesuai dengan tindakan yang telah direncanakan.
     Mengevaluasi pencapaian tujuan, membandingkan data yang dikumpulkan dengan kriteria yang diidentifikasikan , memutuskan apakah tujuan telah tercapai atau belum tercapai.
     Berdasarkan tinjauan kasus Ny “ M “ dengan Letak lintang tidak ditemukan hal-hal yang menyimpang dari penatalaksanaan tinjauan pustaka. Oleh karena itu bila dibandingkan dengan tinjauan pustaka dan tinjauan kasus Ny “ M ” secara garis besar tidak ditemukan kesenjangan.






BAB V
PENUTUP

A.    Kesimpulan
1.      Letak lintang adalah suatu keadaan dimana janin melintang di dalam uterus dengan kepala pada sisi yang satu sedangkan bokong berada pada sisi yang lain
2.      Pelaksanaan asuhan kebidanan pada Ny.”M” mulai dan pengkajian sampai tahap akhir tidak ditemukan adanya hambatan oleh adanya kerja sama antara klien dan petugas kesehatan sehingga semua tindakan dapat terlaksana dengan baik.
3.      Pendokumentasian sangat penting dilaksanakan pada setiap tahap dan proses manajemen kebidanan, karena hal ini merupakan bukti pertanggungjawaban bidan terhadap asuhan kebidanan yang telah diberikan terhadap kilen.
B. SARAN
1.      Saran bagi petugas.
      Sebagai seorang petugas kesehatan khususnya bidan diharapkan senantiasa berupaya untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan dalam melaksanakan pelayanan kesehatan yang lebih professional.
2.      Saran bagi ibu hamil
a.       Diharapkan klien (ibu hamil) dapat segera memeriksakan dirinya sejak merasa dirinya hamil.
b.      Diharapkan ibu hamil rajin memeriksakan din selama hamil dan bersedia melaksanakan nasehat serta anjuran yang diberikan oleh petugas kesehatan.
3.      Saran bagi institusi.
      Diharapkan agar penerapan manajemen kebidanan dalam pemecahan masalah lebih ditingkatkan dan dikembangkan, mengingat proses tersebut sangat bermanfaat dalam membina tenaga bidan guna menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berpotensi dan professional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar